Ketua Kelompok PKH, Mitra Perubahan Dalam Program Bantuan
Cibadak, Rabu 17 September 2025
Pagi itu, aula Kecamatan Cibadak dipenuhi wajah penuh semangat. Puluhan Ketua Kelompok PKH se-Kecamatan Cibadak berkumpul, bukan sekadar menghadiri kegiatan rutin, tetapi untuk memperkuat tekad: membangun keluarga penerima manfaat (KPM) agar lebih mandiri dan sejahtera.
Acara dibuka oleh Koordinator PKH Kecamatan Cibadak, Ibu Diana Yulianti, M.Pd. Dengan tegas beliau menyampaikan, “Ketua kelompok bukan hanya simbol. Mereka adalah mitra pendamping sosial dalam berjalannya program PKH di lapangan.”
Suasana semakin hidup ketika Ibu Ai Ristianawati, S.HI hadir sebagai narasumber. Beliau memberikan dorongan moral sekaligus pencerahan agar Ketua Kelompok benar-benar memahami tugas mulia mereka: mendampingi, membimbing, dan memberi teladan bagi anggota KPM.
Dari Koordinator Kabupaten PKH Sukabumi pun muncul sejumlah pesan penting yang seolah menjadi arah jalan ke depan:
Hanya KPM PKH yang boleh jadi Ketua Kelompok. Posisi ini bukan untuk sembarang orang.
Bansos Reguler akan berkurang, dan pada waktunya akan hilang. Karena itu, setiap KPM harus menyiapkan diri agar tidak bergantung selamanya.
Bagi KPM usia 50–59, posisi Apras adalah jalannya.
Bagi yang di bawah 50, peluang emas ada di program PPSE, atau bahkan lebih mulia, Graduasi Mandiri.
KKS Bansos adalah hak pribadi. Ketua Kelompok tidak boleh mengkolektif, karena amanah harus dijaga.
Survey GC/Monev adalah tugas SDM PKH, Ketua Kelompok hanya membantu menunjukkan arah.
Di balik aturan-aturan itu, tersimpan sebuah harapan besar: lahirnya keluarga-keluarga yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Bahwa PKH bukan sekadar soal menerima bantuan, melainkan tentang perubahan hidup menuju kemandirian.
Dari Cibadak, pesan ini menggema:
“PKH hari ini adalah pijakan, tetapi masa depan ada di tangan KPM sendiri.”
---

Tidak ada komentar:
Posting Komentar